Sabtu, 26 Januari 2013

10 Cara Menyontek yang Sering Digunakan Mahasiswa/pelajar

Kebiasaan nyontek ternyata bukan hanya dilakukan oleh para pelajar, tapi anak kuliahan atau mahasiswa/mahasiswi pun kerap melakukannya. Dan yang membuat menakjubkan adalah tempat dimana para mahasiswi ini biasanya menaruh contekan mereka. Mahasiswa-mahasiswi cantik dengan dandanan feminin dan trendy ternyata menyimpan beragam contekan yang diselipkan di tubuh mereka. Bahkan ada yang lebih ekstrim lagi yaitu men-tatto contekan di bagian paha. Wadow..kira-kira dosennya marah ngga ya kalo pas liat yang beginian hi hi. sebelum menggunakan cara seperti itu, ternyata ada banyak cara yang sering dilakukan yaitu:

Wisata di Yellowstone Amerika Serikat

Yellowstone National Park adalah taman wisata yang berlokasi di barat laut Wyoming Amerika Serikat. Taman ini adalah taman nasional tertua di dunia. Luas wilayahnya 8.983 km ² yang dapat diklasifikasikan sebagai taman terbesar kedua di Amerika Serikat selain setelah Alaska. Foto-foto ini cukup menarik karena memuat berbagai macam keindahan yang terdapat di negara pama Sam tersebut.











































 
 
sumber: http://realifact.blogspot.com

Berpikirlah sebelum membeli

http://m.pikiran-rakyat.com/ffarm/www/imagecache/310x210/2011/11/15/1511buah-buahan.jpg
Dua lembaga PBB dan mitra meluncurkan program untuk mengubah pola konsumsi masyarakat dunia demi mengurangi limbah pangan dan makanan yang terbuang.
Program Lingkungan PBB (UNEP), Organisasi Pangan dan Pertanian (FAO) beserta mitra meluncurkan  kampanye “Think.Eat.Save. Reduce Your Foodprint”, di Jenewa, Swiss, Selasa (22/1) guna mendukung SAVE FOOD Initiative yang digalang oleh FAO beserta Messe Düsseldorf dan Zero Hunger Initiatives, inisiatif dari Sekretaris Jenderal PBB.
Program “Think.Eat.Save. Reduce Your Foodprint” ini ditujukan untuk mengurangi limbah pangan dan makanan yang terbuang di semua rantai makanan mulai dari produksi hingga konsumsi.
Kampanye ini secara khusus menargetkan pengurangan limbah makanan oleh konsumen, peritel dan industri. Menurut UNEP dan FAO, dengan aksi yang sederhana, konsumen, peritel dan industri bisa mengurangi 1,3 miliar ton pangan yang terbuang setiap tahun dan membantu dunia memenuhi kebutuhan pangan penduduknya.
Menurut data FAO, sepertiga pangan yang sudah diproduksi masyarakat dunia hilang atau terbuang setiap tahun dengan kerugian mencapai US$1 triliun. Hilangnya pangan ini sebagian besar terjadi pada tahap produksi – pada saat memanen dan distribusi – sementara limbah pangan terjadi di tingkat peritel dan konsumen akhir.
“Populasi dunia saat ini mencapai tujuh miliar orang dan akan tumbuh menjadi 9 miliar pada 2050. Membuang makanan sama sekali tidak etis baik dari sisi lingkungan maupun ekonomi,” ujar Direktur Eksekutif UNEP, Achim Steiner.
“Dana, lahan, air, pupuk dan tenaga, terbuang percuma untuk memroduksi pangan yang kemudian disia-siakan. Belum lagi faktor emisi gas rumah kaca yang dihasilkan saat makanan membusuk di tempat pembuangan sampah dan dari transportasi pangan,” tambahnya. “Kita perlu mengubah cara kita memroduksi dan mengonsumsi sumber daya alam agar tercipta masa depan yang berkelanjutan.”
“Di negara maju, hampir separuh dari total pangan yang telah diproduksi terbuang. Jumlahnya sekitar 300 juta ton per tahun, yang terjadi karena produsen, peritel dan konsumen membuang makanan yang seharusnya masih layak dikonsumsi,” ujar José Graziano da Silva, Direktur Jenderal FAO. “Jumlah makanan yang terbuang ini setara dengan produksi pangan di wilayah Afrika Sub-Sahara dan bisa digunakan untuk memasok pangan ke 870 juta penduduk dunia yang saat ini masih kelaparan.”
Limbah makanan dan makanan yang terbuang bisa dikurangi dengan memerbaiki cara panen, transportasi, metode pemasaran dan perubahan pola konsumsi masyarakat. “Sehingga kita bisa mewujudkan dunia yang lebih sehat, bebas dari kelaparan,” ujar Graziano da Silva.
Sistem pangan dunia memiliki implikasi yang sangat besar terhadap lingkungan. Meningkatkan produktifitas pangan hanya akan memerparah kerusakan alam. Lebih dari 20% dari semua lahan pertanian, 30% wilayah hutan, termasuk 10% padang rumput telah mengalami kerusakan untuk memroduksi pangan.
Sistem pangan juga menguras 9% sumber air bersih, sebanyak 70% digunakan untuk irigasi pertanian. Dan alih guna lahan melalui deforestasi menyumbang lebih dari 30% emisi gas rumah kaca global.
Sistem pertanian pangan juga menggunakan 30% energi dunia. Eksploitasi dan buruknya pengelolaan perikanan mengurangi kelestarian sumber daya perikanan global. Lebih dari 30% ikan laut telah dieksploitasi secara berlebihan.
Sementara menurut data FAO, 95% pangan yang terbuang di negara berkembang terjadi secara tidak sengaja, akibat kurangnya keahlian teknis dan pengelolaan pangan termasuk dalam penyimpanan, pendinginan, mengatasi dampak iklim, infrastruktur, kemasan dan sistem pemasaran.
Di negara maju, limbah makanan terjadi akibat praktik yang tidak efisien, standar kualitas yang hanya mementingkan tampilan makanan, kebingungan membaca label makanan, hingga belanja dan memersiapkan makanan secara berlebihan.
Konsumen di Eropa dan Amerika Utara membuang makanan sebanyak 95 – 115 kg per tahun, sementara penduduk di wilayah Afrika Sub-Sahara, Asia Selatan dan Asia tenggara membuang “hanya” 6 hingga 11 kg pangan per tahun.

sumber: http://www.hijauku.com
 

Jumat, 25 Januari 2013

Kebiasaan Buruk yang Sering Dilupakan



By Rahmat 

Keberadaan dan kondisi Anda saat ini adalah hasil dari kebiasaan-kebiasaan Anda selama ini. Jika Anda ingin mengubah kondisi saat ini berarti Anda harus mengubah kebiasaan Anda. Ada kebiasaan buruk, kebiasaan tidak menghasilkan, dan ada kebiasaan yang positif. Nah, kita harus membangun suatu kebiasaan positif dalam hidup kita untuk mengubah kondisi kita.
Ada dua kebiasaan buruk yang sering dilupakan oleh kebanyakan orang. Mereka tidak sadar sebenarnya mereka memiliki kebiasaan buruk, karena mereka tidak sadar maka mereka tetap melakukan kebiasaan buruk tersebut. Kita tidak akan bisa mengobati penyakit yang kita tidak ketahui.
Untuk menyadari kebiasaan buruk ini pada diri Anda, memerlukan konsentrasi dan kesadaran yang tinggi. Mulai dari membaca artikel ini, Anda harus konsentrasi membaca kalimat-kalimat yang ada pada artikel ini. Anda tidak akan mendapatkan apa-apa jika tidak membaca dengan konsentrasi, sementara jika Anda memahami apa yang dijelaskan dalam artikel ini, maka Anda akan mengalami perubahan positif dalam hidup Anda di masa depan
Saat ditanya apakah memiliki kebiasaan buruk? Jika ada orang yang menjawab “tidak punya kebiasaan buruk”, maka sebenarnya dia memiliki kebiasaan buruk, yaitu “selalu mengaku tidak punya kebiasaan buruk”. Artinya mungkin saja Anda tidak menyadari bahwa sebenarnya Anda memiliki kebiasaan buruk. Kata Tung Desem Waringin, setiap orang memiliki kebiasaan buruk.
Kebiasaan buruk yang kedua ialah “tidak melakukan kebiasaan baik”. Semua yang Anda tidak lakukan sekarang, Anda dalam suatu kebiasaan “tidak melakukan”. Artinya Anda memiliki kebiasaan diam terhadap hal-hal baik, atau boleh dibilang pendiam. Hanya saja yang dimaksud disini ialah pendiam terhadap pekerjaan yang baik.
Caranya untuk menghilangkan kedua kebiasaan ini ialah dengan mengidentifikasikan kebiasaan baik apa yang perlu Anda lakukan dan kemudian lakukan. Jadi Anda harus memiliki kebiasaan baru yaitu mengidentifikasikan kebiasaan baru untuk Anda lakukan. Buatlah daftar kebiasaan-kebiasaan baru yang akan dilakukan setiap hari. Kemudian pilihlah kebiasaan prioritas, maka lakukanlah.
Jika Anda sudah memahami dan menyadari dua kebiasaan buruk yang sering dilupakan ini, kemudian Anda berusaha untuk menghilangkan kebiasaan buruk tersebut, maka kondisi hidup Anda akan segera berubah. Peningkatan hidup Anda akan segera diraih. Jika Anda bisnis, maka bisnis Anda akan semakin menguntungkan. Jika Anda seorang karyawan maka karir Anda akan melesat.

SUMBER:www.motivasiislam.com